Minggu, 01 November 2015

Perang batin

Seandainya hidup ini punya tombol restart tiap kita ngerasa perlu melakukan itu
Iya,
Akhir akhir ini kehidupan begitu kejam
Mungkin sebuah puncak kangen dan lelah menjadi satu.
Ketika kau begitu ingin memeluk seseorang namun begitu jauh
Ketika kau begitu ingin berada disampingnya mencurahkan segala beban kehidupan namun hanya dirasa angan

Dia satu satunya orang yang paling mengerti akan dirimu
Dia satu satunya orang yang bahkan denganmu menatapnya saja bisa membuat ukiran senyum di bibirmu

Ya, aku begitu merindukannya
Sangat merindukannya
sangat menginginkan hadirnya

Dulu tak pernah aku serapuh ini
Salah besar jika kadang seorang anak kecil dengan masa remajanya berpikir "alangkah begitu menyenangkan menjadi dewasa"

Jika bisa dikembalikan kemasa itu aku tak akan berkata demikian
Dewasa itu menyakitkan ketika semua beban kau tanggung sendiri
Kau tak bisa setiap hari mencurahkan apa yang kau rasakan kepada orang lain
Apalagi ketika orang orang terdekatmu satu persatu pergi menemukan dunia dewasanya sendiri
Kadang kau hanya bisa sendiri,
Menyendiri dalam tangis dan sepi.

Jika keadaan berbaik hati untuk menyatukan sekeping hati yang terpisah karna jarak
Mungkin tak akan semenyedihkan ini.
ya,
Lagi lagi stuck pada suatu momment memilukan
Dimana skype dan telephon pun tak mengobati



-Novic-

0 komentar:

Posting Komentar

 

Denovaa Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang